Sabtu, 16 Maret 2013

SEJARAH PERKEMBANGAN, PENULISAN, PENGHIMPUNAN DAN TIMBULNYA PENULISAN HADIS



A.    perkembangan hadis:
Sejarah perkembangan hadis mereupakan masa atau preode yang telah di lalui oleh hadis dari masa lahrnya dan tumbuh dalam pengenalan, penghayatan dan pengamalan umat dari generasi ke generasi.
 M. Hasbi Asy-Shidiegi perkembangan hadis menjadi tujuh priode, sejak
priode Nabi SWA. Hingga sekarang, yaitu sebagai berikut.
1.      preode pertama: perkembangan hadis pada masa rosulullah SAW.
Preode ini disebut ‘ Ashr Al- Wahyi wa At- Taqwin’ (masa turunnya wahyu dan perbentukan masyarakat islam). Para sahabat menerima hadis secaara langsung dan tidak langsung. Penerima secara langsung misalnya saat Nabi SAW. Memberi ceramah, pengajian, khotbah atau penjelasan terhadap oertanyaan para sahabat, Adapun penerimaan secara tidak langsung adalah mendengar dari sahabat yang lain atau dari utusan utusan, baik dari utusan utusan yang di kirim  oleh nabi ke daerah daaerah atau utusan daerah yang datang  kepada Nabi.   
2.      Preode kedua : perkembangan hadis pada Masa khulafa’Ar-Rosyidin.
Preode ini disebut ’Ashr-Tastabbut wal Al- Iqlal min Al-Riwayah(masa membatasi dan menyedikitkan riwayat). Nabi SAW. Wafat pada tahun 11 H. Kepada ummatnya beliau meninggalkan pegangan sebagai dasar bagi pedoman hidup, yaitu Al-Quran dan hadis (As-sunnah) yang harus di pegangi dalam seluruh aspek kehidupan umat. Pada masa khalifah abu bakar dan umar, peristiwa hadis tersebut secara terbatas. Penulisan hadispun masih terbatas dan belum di lakukan secara resmi. Bahkan pada masa itu, Umar melarang pada sahabat untuk memperbanyak meriwayatkan hadis, dan sebaliknya, Umar menekankan agar para sahabat mengerahkan perhatiannya untuk menyebar luaskan Al-Quran.
Pada masa khalifah Umar mempunyai gagasan untuk membukukan hadis, namun maksud tersebut di urungkan setelah beliau melakukan shalat istikharah[1].

3.      Preode ketiga:perkembangan pada masa sahabat kecil dan tabiin
Preode ini di sebut ‘Ashr Intinyar ila Al-Amshar(masa berkembang dan meluasnya peristiwa hadis). Para sahabat kecil dan tabiin yang ingin mengetahui hadis hadis Nabi SAW. Di haruskan berangkat keseluruh plosok wilayah daulah Islamiyah untuk menanyakan hadis kepada sahabat sahabat besar yang sudah tersebar di wilayah tersebut
Pada preode ketiga ini mulai muncul usaha pemalsuan oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini terjadi setelah wafatnya Ali r.a. pada masa ini, umat islam mulai terpecah- pecah menjadi berapa golongan : pertama , golongan  Ali Ibn Abi thalib,yang kemudian dinamakan  golongan syi’ah. Kedua, golongan khowarij, yang menentang  Ali, dan golongan mu’awiyah, dan ketiga golongan jumhur (golongan pemerintah pada masa itu).
Terpecahnya umat  islam tersebut,memacu orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendatangkan keterangan-keterangan yang berasal dari Rosulullah SAW. Untuk mendukung qolongan mereka.oleh sebab itulah, mereka membuat hadis palsu dan menyebarkannya kepada masyarakat.
4.      Preode keempat: perkembangan hadis pada Abad II dan III Hijriah.    



[1] Drs. M. Agus solihuddin, M.Aq. Agus Suyadi, lc. M.Aq,Ulumul hadis pustaka setia bandung hal,33-36

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar